Ankidy’s Weblog

November 10, 2008

KESUKSESAN DALAM KERJASAMA

Diarsipkan di bawah: education — ankidy @ 1:11 am
  1. Pengertian Sukses

Menurut bahasa kesuksesan berasal dari kata sukses yang mengambil dari bahasa inggris ”succes” yang berarti sukses. Menurut terminologi sukses atau kesuksesan adalah ”sebuah pencapaian tujuan yang diperoleh oleh seseorang/tim/lembaga dalam kurun waktu tertentu atau waktu yang telah disediaka atau dialokasikan”.

Jika membahas tentang kesuksesan dalam hal ini dilingkungan tim atau organisasi biasanya takkan lepas dengan adanya sebuah kerjasama yang ada dalam organisasi tersebut. Kata tim terbentuk dari kata ”sinergi” yang berasal dari bahasa yunani ”sunergos yang terdiri dari dua kata yaitu”sun” artinya bersam dan ”Ergos” artinya bekerja. Jadi sinergi (tim) adalah interaksi dari dua individu atau lebih atau kekuatan yang memungkinkan kombinai tenaga mereka melebihi jumlah tenaga individu mereka.[1]

Sehingga dari identifikasi makna tim diatas dapat ditarik benang merah bahwa kerja tim adalah kemampuan untuk bekerja sama untuk menuju satu Visi-Misi dan tujuan yang sama, kemampuan mengarahkan pencapaian individu kearah sasaran organisasi.

Kerjasama yang baik akan dapat menimbulkan kesuksesan yang dapat menunjang kegiatan yang ada dalam sebuah tim utuk mencapai sukses.

Dalam membangun kerjasama tim, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh anggota tim antara lain.[2];

1. mengemukakan

2. mendiskusikan

3. membuat keputusan

Dengan adanya tiga proses diatas diharapkan setiap individu yang ada didalam tim atau organisasi dapat menyadari peran dan tanggung jawabnya sehingga dapat menghasilkan kerjasama yang baik.

Terkadang untuk mencapai sebuah kesukesan diperlukan kerjsama dan kerja keras yang didukung oleh beberapa orang. Dalam sebuah organisasi atau lembaga pendidikan, seorang manajer tidak bisa sendiri dalam mecapai kesuksesan. Seorang manajer harus dibantu oleh anggota-anggota yang kreatif dan inovatif sehingga dapat memberikan ide dan gagasan yang cemerlang.

Manajer sebagai pemegang kekuasaan harus dapat mengidentifikasikan psikologi para aggotanya, sehingga anggota merasa diperhatikan dan dengan perhatian tersebut anggota akan termotivasi untuk bekerja lebih baik.

  1. Tipe – tipe Kelompok (grup) Dalam kerjasama

Kerjasama dalam sebuah organisasi atau apapun bentuknya sangat menguntungkan dan banyak sekali manfaatnya. Dan dalam kerjasama, kita mesti tidak luput dengan yang namanya kelompok dan tim. Dan baik buruknya sebuah rencana dan tugas itu dipengaruhi oleh kinerja kelompok tersebut. Di antara tipe – tipe kelompok[3] tersebut antara lain :

1. Grup Fungsional

Grup fungsional adalah grup permanen yang dibentuk oleh organisasi untuk meraih sejumlah tujuan organisasi dengan jangka waktu yang tidak terbatas. Grup ini bertugas membuat rencana kampanye iklan yang efektif, menaikkan penjualan, menjalankan promosi dalam toko, dan membangun identitas yang unik untuk perusahaan.

2. Grup Informal atau grup Kepentingan

Sebuah grup informal atau grup kepentingan (informal or interest grup) diciptakan oleh anggota-anggotanya sendiri untuk meraih tujuan-tujuan yang belum tentu relevan dengan tujuan- tujuan organisasi. Grup ini juga tidak memiliki jangka waktu yang spesifik. Seperti contoh sekelompok karyawan yang makan siang bersama tiap hari mungkin berdiskusi tentang bagaimana memperbaiki produktivitas atau yang lain. Dan saat makan siang selesai mereka akan mencari teman lain atau aktifitas lain.

Grup –grup informal bisa menjadi kekuaytan besar yang tidak bisa diabaikan oleh seoarng manajer. Seorang penulis menggambarkan bagaimana sekelompok karyawan pada sebuah pabrik mebel menggagalkan upaya atasan mereka untuk menaikkan hasil produksi. Para karyawan secara sembunyi – sembunyi berencana untuk untuk membuat produk jalam jumlah tertentu akan tetapi tidak mau bekerja keras. Contoh diatas merupakan gambaran bahwa grup informal sangat mempengaruhi perkembangan produksi dalam sebuah perusahaan.

3. Grup Tugas

Sebuah grup tugas diciptakan oleh organisasi untuk meraih lingkup tujuan yang relatif sempit dalam jangka waktu yang telah ditentukan atau disiratkan. Organisasi menentukan anggota grup tugas dan melimpahkan sejumlah target dengan ruang lingkup yang relatif sempit, seperti pengembangan produk baru atau pengevaluasian prosedur penyampaian keluhan yang telah diusulkan..

  1. Beberapa Hal Untuk Meraih Kesuksesan Dalam Kerjasama

Pada dasarnya setiap individu mempuyai keadaan psikologi, intlektual, bahkan kemampuan berekspresi yang berbeda. Oleh sebab itu karena adanya perbedaan tersebut individu yang berada didalam organisasi diharapkan dapat bekerjasama dengan baik untuk menghasilkan pekerjaan dan prestasi yang layak untuk dibanggakan.

Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk meraih kerjasama yang baik, ialah sebagai berikut:

1. Menentukan Tujuan Bersama Dengan Jelas

Dalam suatu organisasi terdapat beberapa orang yang individu tersebut mempunyai psikologi yang berbeda dan perilaku yang berbeda pula.[4] Dengan demikian tujuan harus dipadukan secara integral sesuai dengan tujuan organisasi.

Dengan adanya kesamaan tujua antara individu dalam suatu organisasi diharapkan dapat terjadi kerjasama yang baik antar anggota.Biasanya tujuan yang dimiliki oleh sebuah organisasi merupakan sebuah identifikasi bagi sebuah organisasi tersebut, dan tujuan tersebut harus diraih oleh kerja sama tim. Hal tersebut akan menjadikan motivasi bagi anggota. Motivasi untuk mempengaruhi dan mengendalikan perilaku orang lain dan untuk menggabungkan diri kearah hubungan yang positif , kearah keanggotaan dan rasa menjadi bagian dari satu kelompok.[5]

Untuk memastikan tujuan bersama agar tim berfungsi, yang perlu diperhatikan adalah;

a. Membuat tujuan yang singkat, jelas, pasti dan berorientasi pada tindakan.

b. Tim memiliki keahlian, sumber daya alam dan komitmen akan mendorong dirinya sendiri untuk meraih tujuan.

2. Memperjelas Tanggung Jawab Anggota.

Bertanggung jawab merupakan ukuran kematangan seorang pemimpin serta akan menimbulkan kepercayaan anak buah terhadap pimpinannya yang akan menimbulkan sinergi[6]. Setiap individu secara personal memiliki tanggung jawab yang bebas, akan tetapi ketika masuk dalam lingkungan organisasi dia harus dapat bertanggung jawab kepada organisasasinya. Baik tanggung awab pribadi, tanggung jawab moral dan tanggung jawab hokum semuanya harus ditanamkan kepada anggota agar ia dapat menjadi anggota yang bertanggung jawab kepada organisasi.

3. Menyediakan Waktu Untuk Peraturan

Dalam orgaisasi anggota akan lebih produktif dan efektif apabila ada peraturan untuk mengaturya. Peraturan yang berupa konstitusi yang akan dijadikan pegangan anggota dalam menjalankan roda organisasi sehingga hambatan yang dihadapi akan mudah untuk dicari jalan keluarnya. Tim dapat menciptakan peraturan secara produktif dengan cara antara lain;

a. menulis sebuah konstitusi

b. menciptakan peraturan diawal terbentuknya tim

c. memulai dengan nilai.

Dengan cara tersebut tim mempunyai peraturan yang akan menjadi tanggung jawab untuk menjakan roda orgaisasi..

4. Menghindari Masalah Yang Bisa Diprediksi

Masalah merupakan unsur yang diperlukan untuk mengembangkan organisasi[7], apabila masalah dapat diselesaikan dengan baik, tapi apabila masalah tidak dapat diselesaikan maka akan menjadi konflik. Cara baik dalam menangani suatu masalah yaitu dengan menghadapinya dengan tenang dan tegar pada saat masalah itu timbul, apabila lari dari masalah situasi yang anda hadapi maka lama kelamaan makin sulit ditangani.[8]

Dengan demikian hadapilah masalah yang ada dan selesaikanlah masalah yang telah dapat diprediksikan keberadaannya dengan ” mengantisipasi masalah yang biasa terjadi dan tidak bisa terjadi dengan mengambil tindakan penyelesaian.”

5. Menggunakan Kostitusi Tim

Dalam suatu organisasi untuk dapat membangun kerjasama tim dengan adanya konstitusi sebagai ajang kemofakatan anggota. Konstitusi tim menggambarkan keinginan mengenai cara kerja

6. Mengajar Rekan Baru Satu Tim

untuk membangun kerjasama pada rekan baru sebaiknya

a. menyadari bahwa anggota baru membutukkan orientasi.

b. Memfokuskan pada hal dasar terlebih dahulu dengan memberi arahan anggota baru tentang jadwal rutin rapat da kerja, bagaimana rapat bekerja, apa yag diharapkan anggota.

c. Sebaiknya meluangka waktu untuk memberi tahu anggota baru setelah rapat pertama.

7. Menerima Perbedaan Pendapat

Perbedaan pendapat biasanya dapat memunculkan gagasan yang dapat disatukan untuk membangun organisasi dalam pengambialan keputusan. Setiap hasil keputusan tim harus diasiapkan dalam bentuk catatan yang dapat dilihat perkembangan oleh seluruh anggota organisasi.

8. Komunikasi Dalam Organisasi

Komunikasi adalah alat yang utama untuk mempengaruhi perubahan perilaku, Untuk dapat membangun kerjasama dalam sebuah tim diperlukan komunikasi antar anggota agar tujuan bersama dapat tercapai dengan adanya komunikasi yang lancar maka hubungan kerja akan semakin baik dan kemampuan dalam memecahkan masalah akan lebih baik.[9]

9. Melakukan Rapat Dengan Baik

Untuk meraih kesuksesan dalam kerjasama ada beberapa hal yag harus diperhatikan ketikaa rapat yaitu;

a. Memikirkan rapat yag baik

b. Membuat agenda

c. Adanya partisipasi anggota rapat

10. Mecari Kreativitas

Kreativitas akan menimbulkan kemajuan sehingga akan mulai memikirkan berkolaborasi denga anggota lain agar mecapai sebuah kesmpuraan sehigga akan terjadi kerjasama

Untuk melatik kreativitas tim ketika berkerjasama yaitu;

a. Melatih kolaborasi, dengan melakukan laihan yang sesuai denga kemampuan kreativitas tim

b. Memelihara kolaborasi, dengan memastikan semua anggota yang sedang santai ketika mencoba. Berkolaborasiii dalam menciptakan gagasan/ ide –ide baru. Dengan mengubah suasana menyenangkan dan beberapa anggota bisa mendominasi gagasan yang akan muncul.dalam suatu organisasi.

11. Saling Percaya

Apabila kepercayaan antara tim hilang maka sulit bagi tim untuk bekerja sama, apabila terjadi anggota tim cenberung menjaga jarak, tidak berbagi informasi dan menghindari kejujuran serta interaksi kurang terbuka. Ada beberapa cara untuk membangun kepercayaan tim antara lain yaitu;

a. melakukan yang anda janjikan

b. pastikan apa yang anda katakana dan informasi yang ada bawa itu akurat dan bear

c. melakukan tugas dengan benar dan sungguh-sugguh.

d. Menujukan keterikatan pada orag lai

e. Bekerjalah bersama orang lain

12. Meminta Bantuan

Meminta banuan merupakan suatu hal yang perlu diterapkan dalam kinerja tim, agar kerja tim dapat berjalan dengan sukses[10]. Karena setiap manusia memiliki kelemahan dalam tugas dan fungsinya dengan kata lain kurang mengerti dan memahami tugas dan tanggung jawab yang dipangkunya. Sehingga anggota tim tidak dapat melakukanya sesuai dengan cara yang mereka anggap benar, dengan ini seorang pemimpin tim bisa mendorong anggota agar berani meminta bantuan.

13. Mengevaluasi Tim Secara Teratur

Untuk melihat sebuah tim dapat berjalan dengan efektif atau mereka sedang mengalami masalah maka perlu adanya evaluasi tim secara teratur, karena evaluasi tim merupakan senjata rahasia tim yang haruis dilakukan dalam organisasi untuk meningkatkan dan memperbaiki kinerja yang baik.


[1] http://www. Sinar Harapan. Co. Id./ekonomi/mandiri/2006/0542

[2] http://www. Republika. Co. Id.

[3] Ricky W. Griffin. Manajemen Jilid 2 Edisi 7. Erlangga, Jakarta. 2004. hal. 132 – 133

[4]Suryadi perwira entono. Kebijakan kinerja karyawan (Yogyakarta: BPFE, 1999), hal 39

[5] Muslichah Zarkasih, psikologi manajemen ( Jakarta:IKAPI, 1992 ), hal 23

[6] M. Suyantu, 15 Rahasia Megubah kegagalan Menjadi Ksuksesan ( Yogyakarta: ANDI, 2006),hal 39

[7] Kartini Kartono, Psikologi Sosial untuk Manajemen Perusahaan dan Industri( Jakarta: PT Raja Grafindo.1994 ), hal 335

[8] Abas Kartadinata, Supervisor Yang Sukses ( Jakarta: Bumi Aksara, 1995), hal 88

[9] Robert B Maddux, Team Building ( Jakarta: Erlagga, 2001), hal 51

[10] Diana Cawoo, Manajer Yang Sertif ( Jakarta: Gramedia Pusaka Utama, 1997), hal 221

Blog pada WordPress.com.